SKK Konstruksi Proteksi Kebakaran Ahli dan Teknisi/Analis

SKK Konstruksi Proteksi Kebakaran

Tahukah Anda bidang konstruksi tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur dan gedung? Aktivitas yang berkaitan dengan proteksi kebakaran juga memerlukan SKK Konstruksi proteksi kebakaran untuk memastikan mereka yang bergerak di bidang tersebut memang kompeten dan berpengalaman. Lalu bagaimana ketentuannya? Simak penjelasan berikut.

Skema SKK Konstruksi Proteksi Kebakaran

Tahap awal yang perlu Anda lakukan sebelum mengurus SKK konstruksi untuk bidang ini adalah memahami subklasifikasi, kualifikasi, dan jabatan kerja. Berikut ini ringkasannya.

NoSubklasifikasiKualifikasiJabatan KerjaJenjangKetentuan Pendidikan
1Proteksi KebakaranAhliPengkaji Madya Teknis Proteksi Kebakaran8Teknik Mesin
2Proteksi KebakaranAhliPengkaji Muda Teknis Proteksi Kebakaran7Teknik Mesin
3Proteksi KebakaranAhliPengkaji Teknis Proteksi Kebakaran9Semua Program Studi
4Proteksi KebakaranTeknisi/ AnalisTeknisi Fire Alarm4Teknik Mesin; Teknik Elektro; Teknik Fisika; Pendidikan Teknik Mesin; Pendidikan Teknik Elektro

Manfaat SKK Konstruksi untuk Subklasifikasi Proteksi Kebakaran

Ada beberapa manfaat penting yang Anda dapatkan jika mampu memperoleh SKK konstruksi proteksi kebakaran. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Menjaga Profesionalisme Selama Bertugas

Pekerjaan proteksi kebakaran membutuhkan keahlian khusus, belum tentu semua tenaga kerja mampu melakukannya. Oleh karena itu, persyaratan SKK ini menjadi “Kunci” untuk membedakan mana yang sudah profesional dan memenuhi kualifikasi untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Ya, bahkan jenjang yang terendah seperti Teknisi Fire Alarm itu sudah pasti ada kriteria tersendiri, keahlian dan kemampuan seperti apa yang harus mereka miliki agar nantinya saat melakukan pengecekan atau perbaikan alat proteksi kebakaran berlangsung dengan baik.

2. Meningkatkan Keselamatan Kerja

Profesionalisme secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap safety work. Jika pekerjaan di handle oleh tenaga yang berpengalaman maka risiko kegagalan, kerusakan atau masalah teknis lainnya bisa dihindari dengan efektif. Tindakan seperti ini memang sangat penting, terlebih lagi masalah kebakaran ini menyebabkan persoalan yang serius kaitannya dengan keselamatan orang banyak.

3. Memenuhi Persyaratan Teknis dari Pemerintah

Anjuran untuk memiliki SKK konstruksi bagi tenaga kerja yang bertugas di lingkup proteksi kebakaran berasal dari pemerintah langsung. Ini artinya ada dasar hukum dan landasan yang sangat jelas. Tenaga kerja yang mampu memenuhi hal ini dianggap patuh dan memenuhi persyaratan yang ada. Dengan begini jenjang karir akan lebih baik, kredibilitas teruji, perusahaan juga menjadi lebih dipercaya saat melaksanakan proyek.

Baca juga: Daftar Keselamatan Kerja Konstruksi, Ini Penjelasannya

Jabatan Kerja Subklasifikasi SKK Konstruksi Proteksi Kebakaran

Seperti yang sudah Anda perhatikan di tabel di atas, ada beberapa jabatan kerja dalam lingkup ini. Berikut ini penjelasannya Anda mungkin bisa menjadi ini sebagai referensi:

1. Teknisi Fire Alarm

Jabatan ini berada pada subklasifikasi Teknisi/Analis dengan jenjang level 4. Seorang teknisi fire alarm bertugas melakukan pemasangan, perawatan, dan perbaikan sistem alarm kebakaran, termasuk pengujian dan kalibrasi perangkat.

Profesi ini membutuhkan ketelitian tinggi dan pemahaman teknis terhadap sistem deteksi kebakaran. Pendidikan yang dipersyaratkan adalah dari jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Pendidikan Teknik Mesin, atau Pendidikan Teknik Elektro. Jabatan ini sangat krusial karena menjadi garda depan dalam memastikan sistem proteksi aktif berfungsi baik di lapangan.

2. Pengkaji Muda Teknis Proteksi Kebakaran

Termasuk dalam kategori Ahli dengan jenjang level 7, jabatan ini mengharuskan pelakunya untuk memiliki kemampuan dalam melakukan analisis teknis awal terhadap sistem proteksi kebakaran.

Tanggung jawabnya meliputi penilaian kelayakan sistem, penyusunan laporan kajian teknis, hingga pendampingan proses perencanaan dan pelaksanaan proteksi kebakaran dalam proyek konstruksi. Latar belakang pendidikan yang dibutuhkan untuk posisi ini adalah Teknik Mesin. Posisi ini sangat cocok bagi Anda yang sudah memiliki pengalaman teknis dan mulai merambah ke tanggung jawab analitis.

3. Pengkaji Madya Teknis Proteksi Kebakaran

Masih dalam subklasifikasi Ahli, jabatan ini berada pada jenjang level 8 dan mensyaratkan pendidikan dari jurusan Teknik Mesin. Seorang pengkaji madya memiliki peran yang lebih besar dalam pengambilan keputusan teknis.

Ia bertugas memimpin penyusunan dokumen perencanaan proteksi kebakaran, memberikan arahan teknis kepada tim pelaksana, serta bertanggung jawab atas efektivitas sistem proteksi secara menyeluruh dalam proyek. Jabatan ini ideal bagi profesional yang sudah matang dalam pengalaman teknis dan ingin memperkuat sisi kepemimpinan teknisnya.

4. Pengkaji Teknis Proteksi Kebakaran

Jabatan ini adalah salah satu dari sedikit posisi Ahli dengan jenjang tertinggi yaitu level 9, yang memperbolehkan latar belakang dari semua program studi. Hal ini menunjukkan bahwa jabatan ini lebih menitikberatkan pada pengalaman panjang serta kemampuan integratif dalam mengelola keseluruhan sistem proteksi kebakaran pada skala besar.

Tugasnya meliputi perumusan kebijakan teknis internal perusahaan, evaluasi sistem proteksi di berbagai proyek besar, serta penyusunan rekomendasi strategis jangka panjang. Jabatan ini ideal bagi profesional senior yang memiliki visi luas dan kapabilitas teknis lintas disiplin.

Lalu bagaimana cara mendapatkan SKK Konstruksi proteksi kebakaran? Anda bisa mengajukan permohonannya melalui LSP terdekat atau memakai jasa pembuatan SKK seperti skk-konstruksi.id untuk mempermudah proses. Hubungi kami untuk dapatkan konsultasi gratis!