Dalam proses mengaspal jalan dibutuhkan seorang manajer produksi campuran aspal panas untuk memastikan setiap tahapan kerja berlangsung lancar dan aman. Di sisi lain, pelaksana produksi campuran aspal panas juga harus memiliki kompetensi yang cukup agar hasil akhirnya tidak bermasalah.
Dua jabatan ini memang terlihat berbeda, namun keduanya saling berkaitan dalam menjaga kelancaran proyek pengaspalan di lapangan.
Jika salah satu tidak kompeten, risiko gangguan pada kualitas pekerjaan bisa meningkat. Menurut aturan yang berlaku saat ini, manajer maupun pelaksana campuran aspal panas diwajibkan mengurus SKK konstruksi. Kami akan membantu menjelaskan mengapa dokumen ini penting. Simak penjelasannya!
Pentingnya SKK untuk Manajer Produksi Campuran Aspal Panas dan Pelaksananya
Sebelum masuk pada rincian setiap poin, penting untuk memahami konteks bahwa SKK bukan sekadar formalitas. SKK berfungsi memastikan tenaga kerja konstruksi benar-benar memiliki kemampuan sesuai standar. Lalu apa saja manfaat nyatanya?

1. Menunjukkan Kompetensi Secara Sah
SKK menjadi bukti resmi bahwa seorang manajer produksi campuran aspal panas telah mengikuti pelatihan dan uji kompetensi sesuai standar nasional. Dokumen ini memastikan pemegangnya menguasai proses produksi aspal panas, mulai dari perencanaan, pengendalian kualitas, hingga penerapan keselamatan kerja.
Bahkan bagi seorang asphalt mixing plant manager, sertifikasi ini membantu menunjukkan kapabilitas yang diakui secara nasional dan memudahkan saat terlibat dalam proyek besar.
2. Mencegah Kegagalan Proyek Pengaspalan
Proyek pengaspalan membutuhkan ketelitian tinggi, sehingga kesalahan kecil pun bisa memicu masalah. Tanpa kompetensi yang sesuai, risiko kegagalan produksi bisa meningkat. SKK membantu memastikan setiap aspek kerja dilakukan dengan standar yang tepat.
Campuran yang tidak sesuai spesifikasi atau proses produksi yang tidak efisien bisa dicegah sejak awal. Tujuan akhirnya adalah mengurangi kerusakan jalan serta menghindari kerugian bagi pihak proyek maupun pengguna jalan.
3. Pemenuhan Syarat Undang-undang
Dalam proyek konstruksi, pemenuhan administrasi yang sah merupakan bagian penting agar pekerjaan bisa berjalan lancar. SKK adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi tenaga kerja pada jabatan tertentu. Bagi proyek yang dibiayai pemerintah, kebutuhan ini diawasi lebih ketat.
Dengan memenuhi syarat SKK, manajer dan pelaksana dinyatakan layak secara hukum dan administrasi untuk mengerjakan pekerjaan konstruksi. Hal ini membantu proyek berjalan sesuai aturan dan memudahkan pengawasan.
Baca juga: 3 Hal yang Wajib Diketahui Pekerja Tentang SKK Ahli Jalan
Ketentuan SKK Konstruksi untuk Kedua Jabatan Kerja Ini
Bagian ini perlu diperhatikan dengan baik karena banyak pekerja di lapangan yang masih menganggap manajer dan pelaksana memiliki peran yang mirip. Padahal tanggung jawabnya cukup berbeda meskipun berada dalam subklasifikasi yang sama yaitu “Material”. Berikut penjelasannya.
Manajer Produksi Campuran Aspal Panas (Jenjang 6)
Manajer Produksi Campuran Aspal Panas memiliki jenjang 6 sesuai dengan SKKNI 329 – 2009. Jabatan ini berfokus pada pengelolaan di tingkat manajerial. Mulai dari perencanaan proses produksi, pengawasan kualitas, pengelolaan tim, hingga memastikan seluruh tahapan berjalan berdasarkan standar nasional.
Manajer juga bertanggung jawab membuat laporan produksi dan memastikan proses kerja memenuhi ketentuan keselamatan. Dengan posisi yang cukup strategis, manajer harus mampu mengambil keputusan yang tepat saat terjadi hambatan di lapangan.
Ingin tahu lebih lanjut seputar SKK konstruksi jenjang 6? Anda bisa membaca penjelasan kami sebelumnya seputar tingkatan jenjang tersebut.
Pelaksana Produksi Campuran Aspal Panas (Jenjang 3)
Pelaksana berada pada jenjang 3, sesuai SKKNI 384 – 2013. Tugasnya lebih banyak terkait pekerjaan teknis. Mulai dari pengoperasian alat, pencampuran material, hingga memantau kualitas campuran aspal secara langsung.
Pelaksana juga membantu manajer memastikan tahapan kerja sesuai prosedur yang sudah ditetapkan. Jika terjadi perubahan kondisi di lapangan, pelaksana biasanya menjadi orang pertama yang menilai dampaknya dan melaporkan kepada manajer.
Persyaratan untuk Mengurus SKK Konstruksi di Bidang Ini
Sebelum masuk ke daftar persyaratan, Anda mungkin bertanya apakah proses pengurusan SKK ini rumit? Pada dasarnya persyaratan tidak terlalu banyak, hanya saja perlu disiapkan dengan benar agar prosesnya berjalan tanpa kendala.
Berikut persyaratannya:
- KTP
- NPWP
- Nomor HP
- Referensi kerja
- Melampirkan CV, daftar riwayat hidup, dan surat referensi kerja
- Bagi pemohon fresh graduate yang belum memiliki pengalaman sebaiknya memiliki sertifikat pelatihan SIBIMA
- Akun SIKI (untuk pemohon yang sudah memiliki SKA/SKT elektronik)
- Memiliki akun SIMPAN (untuk pemohon baru yang belum memiliki SKA/SKT elektronik)
- Ijazah sesuai persyaratan jabatan
- Email aktif
- Foto diri dengan latar belakang merah
- Surat kebenaran bermaterai dan bertanda tangan
Jika Anda ingin mengurus SKK konstruksi namun tidak ingin repot, Anda bisa menggunakan layanan pembuatan SKK melalui skk-konstruksi.id.
Tim kami akan membantu dari awal hingga selesai sehingga prosesnya berjalan lebih mudah. Dengan bantuan yang tepat, pengurusan SKK tidak lagi terasa rumit. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap bisa langsung menghubungi kami dan dapatkan konsultasi gratis!



